Rabu, 1 Februari 2012

::*10 Wasiat Buat Wanita Solehah*::~


1.Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat
Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba Allah..! jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:Aku mohon ampun kepada Allah! itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:
-Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.
-Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum’ah.
-Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman :”Wahai orang-orang yang briman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan(QS. Al Hujurat: 11).
-Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah bersabda: Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya (HR. Muslim).
-Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.
-Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda: Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).
-Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.
-Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah).
-Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.

2.Berupaya mengenal dan memahami suami
Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa–apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah Azza Wajalla).

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.
Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda: Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda: Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).

4.Bersikap qanaah (merasa cukup)
Kami meninginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak.

Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu ¡Æanhunna¡ÄSalah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??? Ia berkata pada suaminya:Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya.

Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6.Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.

Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7.Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu’anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi.

Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama: Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menanggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8.Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.

Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9.Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).
Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10.Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan.
Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya: Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya (HR. Bukhary dalam An-Nikah).

Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin.

::..KETIKA KITA MENGELUH..::



KETIKA KITA MENGELUH : “ Ah, tak mungkin kot... ”.
اَللّهُ MENJAWAB : “ Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “JADI”, maka JADIlah " (QS 36 : 82).

KETIKA KITA MENGELUH : “ Beratnya DUGAAN ni, tak sanggup aku ... ”.
اَللّه MENJAWAB : “ AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya ” (QS 2 : 286).

KETIKA KITA MENGELUH : “ serabutnyaa ... ”.
اَللّهُ MENJAWAB : “ Hanya dengan mengINGATIku HATI akan menjadi TENANG ” (QS 13 : 28).

KETIKA KITA MENGELUH : “ aku sedihh sangat... ”.
اَللّهُ MENJAWAB : “ LA TAHZAN, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berDUKACITA, Sesungguhnya Allah bersama dengan kita " (QS 9 : 40).

♥ Menjaga Pandangan ♥



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..mari kita renungkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini :

“ Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya...” (QS. An-Nur : 30-31).

Allah menjadikan mata sebagai cermin hati. Jika seseorang mampu menjaga pandangan matanya dari sesuatu yang diharamkan niscaya dia mampu menahan syahwat dan keinginan hati. Ada beberapa manfaat jika kita mampu menjaga pandangan, yakni :

1.Membersihkan hati

Sesungguhnya berbahagialah seseorang yang mampu menjaga pandangannya karena ia dapat merasakan nikmatnya kebersihan dan kebeningan hati. Salah satu penyebab hati ini sulit menerima cahaya kebenaran adalah karena banyaknya maksiat yang kita lakukan termasuk tak pandainya kita menjaga pandangan terhadap lawan jenis yang belum halal bagi kita. Andaikan hati ini bersih subhanallah betapa mudah menerima cahaya kebenaran dari manapun dan dari siapapun.Oleh karena itu agar hati kita bersih salah satunya adalah menjaga pandangan. Jika bertemu lawan jenis yang belum halal bagi kita jangan mengumbar pandangan karena kemaksiatan berawal dari pandangan yang tak terjaga.

2. Mendatangkan kekuatan firasat yang benar

Kekuatan firasat akan kita rasakan manakala hati ini bersih dari maksiat salah satunya menjaga pandangan mata yang diharamkan. Firasat termasuk cahaya kebenaran. Sedangkan cahaya kebenaran hanya akan menerangi hati yang bersih. Maka jika hati ini telah bersih niscaya firasat tidak akan meleset.

3. Memudahkan memahami ilmu

Ilmu akan mudah diserap manakala hati kita telah bersih dari kemaksiatan.Bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas dalam dada serta dapat membuka pintu hati? Imam Syafi’i semasa menjadi santri pernah mengeluh kepada gurunya,” Wahai Guru..mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa? Sang Guru menjawab, “ ilmu itu ibarat cahaya . Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih.” Artinya ilmu itu tidak akan dapat menerangi hati yang keruh dan banyak berbuat maksiat.

4. Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan

Jika kita mengumbar pandangan terhadap lawan jenis yang belum halal akan membuat kita lalai dari mengingat Allah. Namun jika kita pandai menjaga pandangan kita tidak akan mudah tertipu oleh syahwat yang memabukkan dan melenakan.

Maka saudaraku..tanamkan keyakinan dalam diri hendaklah setiap insan yang beriman pandailah menjaga pandangan niscaya akan mendapatkan kebeningan dan kebersihan hati pangkal dari segala kebajikan.

❀ Jazzakumullahu khayran wa Barakallahu fiikum. ❀

Ahad, 22 Januari 2012

Anasir2 kepada umat Islam...



Apa Kata Mereka Pada Islam..?

William Ewart Gladstone ( 1809 - 1898 ) - mantan PM Britain zaman Queen Victoria

"selagi mereka (umat Islam) berpegang dengan kitab ini..selama itulah mereka bangkit dan kita tidak dapat menundukkan mereka...
Oleh karena itu pisahkan mereka dari Kitab ini"..
(ucapan beliau sambil mengangkat Al-Qur'an dalam Parlimen Britain ketika membincangkan penentangan umat Islam terhadap penjajahan)..

Theodore Hertzel - pencetus ide penumbuhan negara Yahudi (menulis buku Negara Yahudi:1895)..

"Misi kalian bukanlah mengeluarkan mereka dari Islam..walaupun yang terakhir ini merupakan keberhasilan yang paling gemilang..
Tapi lebih pada usaha bagaimana menjauhkan mereka dari Islam..
jadikanlah mereka sebagai orang Islam yang tidak kenal agamanya sendiri..orang Islam yang gemar BERFOYA FOYA..SUKA DENGAN KEMAKSIATAN..hidup semata-mata untuk MENCARI HARTA DAN JABATAN..

jika umat Islam sudah menjadi seperti ini..maka misi kalian sudah berhasil..laksanakan dan tunaikan misi kalian ini dengan penuh kesadaran..
(ucapan di Persidangan Yahudi di Basle..Switzerland:1897)

Lord Cromer - Gubernur Inggeris di Mesir dan Sudan telah menulis..

"bahawasanya tanah jajahan yang diberi kemerdekaan itu perlu diserahkan kepada anak negeri yang dapat melangsungkan dasar-dasar dan polisi yang menjaga kepentingan dan keselamatan Barat "..

10 Rancangan Kuffar Hancurkan Islam

1) Lenyapkan sistem pemerintahan Islam..
2) Hapuskan Al-Qur'an..
3) Hancurkan akhlak Muslim..fikiran..hubungan mereka dengan Allah dan bebaskan mereka mengikut hawa nafsu..
4) Lenyapkan kesatuan kaum Muslimin..
5) Ragukan kaum Muslimin terhadap agamanya..
6) Lemahkan bangsa Arab..
7) Dirikan negara diktator di dunia Islam..
8) Pisahkan kaum Muslimin dari menguasai perindustrian dan biarkan mereka hancur dengan barang barang Barat..
9) Singkirkan tokoh-tokoh Islam dan habisi Gerakannya..
10)RUSAK WANITANYA dengan berbagai cara..TREND..FASYEN..MAJALAH..MENYANYI dsb..serta kembangkan pergaulan bebas..

Kezaliman Adalah Kegelapan di Hari Qiamah

Saat Kita Kecewa...



Kecewa...

Setiap orang pasti pernah merasakanya. Namun, kebanyakan dari kita selalu dan selalu merasa sedih, kesal dan tidak menerima atas apa yang menimpa diri kita. Tak jarang pula, kita yang tidak lagi bisa menggunakan iman, logika, dan kesantunan. Dalam sekejab, semua hilang atas nama rasa sakit.

Saudaraku yang dirahmati Allah,...

Renungkanlah bahwa ini adalah dunia, yang tidak akan mungkin ada sesuatu yang sempurna di dalamnya. Pun demikian dengan sebuah kesempurnaan dari ego dan permintaan kita. Pastilah tidak akan mungkin semuanya tercapai dan terealisasi seluruhnya.

Dan atau mungkin rasa kecewa itu datangnya dari kesalahan yang kita pilih dalam meletakkan harapan yang terlalu banyak kepada makhluk. Padahal dengan begitu, ada hal lain yang seharusnya menjadi keharusan bagi kita untuk mempersiapkannya, yaitu kekecewaan.

Betapa tidak, ibarat menyandarkan diri pada sebuah banyangan tembok, yang ada adalah jatuh dan terjungkalnya kita, karena bayangan adalah sesuatu yang semu. Satu pertanyaan yang kemudian muncul, kita posisikan Allah di mana?

Mungkin hari ini kita telah menyebut asma-Nya yang amat Agung, namun mengapa kita lupa akan kekuasaanNya? Tidak seharusnya kuasa Allah kita nafikan, karena Dia-lah yang menciptakan kita. Dia pasti lebih paham dengan apa yang telah diciptakan-Nya Allah pasti punya rencana lain yang jauh lebih baik dibandingkan keinginan dan harapan-harapan kita.

Dan bahwa menjadi seorang muslim adalah sebuah anugrah, yaitu ketika kita di berikan rahmat, kita bersyukur, dan ketika kita di uji kita di ajarkan untuk bersabar. Kedua hal itu semuanya adalah bermuara pada sebuah kemuliaan.

Dan bahwa Allah tidak akan menguji kita, di luar kemampuan kita. Itulah firman Allah yang tertulis dalam Al Quran yang mulia. Maka jika kita memang yakin dengan kekuasaan Allah, marilah dengan penuh kemaafan dan kemakluman, kita belajar mengobati luka kecewa itu, dan mendoakan semoga hal yang menjadikan kita kecewa, di lain hari bisa memuliakan kita, sebagai imbalan dari pikiran positif kita terhadap Allah.

Kecewa memang kadang menghadirkan kekosongan dalam jiwa kita. Dan proses pengosongan memanglah sangat menyakitkan. Tetapi, bukankah tanpa pengosongan tidak akan ada pengisian?

Kita kecewa bukan berarti Allah tidak sayang, akan tetapi pada hakikatnya Allah sudah menyiapkan ganti yang lebih berharga dibanding keinginan yang kita idam-idamkan dan tidak terwujud. Dan satu- satunya yang harus kita lakukan, adalah percaya. Semoga kita termasuk pemilik hati dan laku yang selalu mengedepankan tentang berprasangka baik kepada Allah, yang maha menata takdir kita, dengan sedemikian cantik. Insya Allah... :))

Dikejar Dosa




Siapakah hidupnya yang lebih sengsara dari pada orang yang di maki- maki oleh hati nuraninya sendiri...,
Segala kenikmatan dan kemuliaan hidup duniawi terasa hanya sebagai fatamorgana yang nantinya tiada berbekas di hatinya...,
Itu semua karena hatinya telah pasti merasa diburu dan mengeras sehingga tidak bisa melihat sebuah rasa yaitu bahagia...,
Dan sebenarnya kebahagiaan orang yang dikejar dosa adalah tentang hilangnya pengejaran dan pemakian atas dirinya sendiri itu...,

Kekerasan itu akan bertambah jika tingkah polahnya dalam mengukir sandiwara dan cerita yang pasti akan diliputi kebohongan disana- sini semakin menjadi....
Apalagi kalau tujuannya pembenaran di hadapan manusia.., Perhatikan pula bahwa dia akan semakin jauh dari kedamaian saat semakin sering dia membolak- balikkan fakta dan cerita demi yang bernama menghindari penghakiman massa dan kritikan sesama, yang jika saja dia sadari, justru seharusnya semua itu bisa menjadikan dia lebih dari baik, dari pada keadaannya sekarang ini..,

bahkan betapapun dia melarikan diri dan atau hidup sendiri dihutan, namun tetap akan dirasa bahwa tetap tiada jalan keluar bagi semua kekacauan hatinya..., Dan memang begitulah memang nasib para manusia yang dikejar dosa. Kesempitan hatinya akan terasa semakin sempit sebelum dia menyerah, mengakui dosa diri dan atau meminta maaf atas siapapun yang telah dia sakiti...,
Keluasan hatinya tak akan ada muncul sebelum dia rela bersujud kepada Allah, dan mematahkan kesombongannya atas tetap benarnya semua yang telah dia lakukan. Bahkan betapapun dia mengelak dan mencoba melarikan diri, namun dunia ini tak akan cukup menampung penderitaan orang yang dikejar dosanya sendiri....,

Betapapun dia mencoba untuk merubah keadaan dengan seribu karangan rangkaian kata- kata untuk memantapkan dan menetapkan dirinya agar tetap bisa berdiri dengan tegak, tapi makian hati nuraninya sendiri yang protes dan tidak setuju dengannya, lambat laun akan menumbangkan pertahanannya sendiri...,

Benar- benar, ini adalah tentang dirinya sendiri, sama sekali tidak ada kaitannya dengan orang lain.., Maka sudah selayaknya orang yang dikejar dosa, bersibuk diri untuk memperbaiki dirinya yang telah kacau dan menenangkan dirinya untuk tidak bersandiwara, agar semua tidak akan menjadi semakin kacau..., Dan semua itu, hanya bisa mudah untuk dilakukan, jika semua diniatkan hanya untuk Allah, sebagai sebuah permohonan tobat dan penyesalan yang dalam, dari diri yang berdosa...

Siapakah hidupnya yang lebih sengsara dari pada orang yang di maki- maki oleh hati nuraninya sendiri.., Segala kenikmatan dan kemuliaan hidup duniawi terasa hanya sebagai fatamorgana yang nantinya tiada berbekas di hatinya.., Itu semua karena hatinya telah pasti merasa diburu dan lelah karena terus menerus di ajak untuk berdosa.., Lama kelamaan, sang hati akan mengeras sehingga tidak bisa melihat lagi sebuah rasa yaitu bahagia.., Karena sebenarnya kebahagiaan orang yang dikejar dosa adalah tentang hilangnya pengejaran dan pemakian atas dirinya sendiri itu. ...........

Kekerasan batinnya itu akan bertambah jika tingkah polahnya dalam mengukir sandiwara dan cerita yang diliputi kebohongan disana- sini ,semakin menjadi. Apalagi kalau tujuannya pembenaran di hadapan manusia. Perhatikan pula bahwa dia akan semakin jauh dari kedamaian saat semakin sering dia membolak- balikkan fakta dan cerita demi yang bernama menghindari penghakiman massa dan kritikan sesama. Padahal jika saja dia sadar, justru seharusnya semua itu bisa menjadikan dia lebih dari baik, dari pada keadaannya sekarang ini.

Bahkan betapapun dia melarikan diri dan atau hidup terasing dihutan sendiri, namun tetap akan dirasa bahwa tiada jalan keluar bagi semua kekacauan hatinya. Dan memang begitulah memang nasib para manusia yang dikejar dosa. Kesempitan hatinya akan terasa semakin sempit sebelum dia menyerah, mengakui dosa diri dan atau meminta maaf atas siapapun yang telah dia sakiti. Keluasan hatinya tak akan ada muncul sebelum dia rela bersujud kepada Allah, dan mematahkan kesombongannya atas anggapan tetap benarnya semua yang telah dia lakukan. .

Bahkan betapapun dia mengelak dan mencoba melarikan diri, namun dunia ini tak akan cukup menampung penderitaan orang yang dikejar dosanya sendiri. Betapapun dia mencoba untuk merubah keadaan dengan seribu karangan rangkaian kata- kata untuk memantapkan diri agar tetap bisa berdiri dengan tegak, tapi makian hati nuraninya sendiri yang protes dan tidak setuju dengannya, lambat laun akan menumbangkan pertahanannya sendiri....

Benar- benar, ini adalah tentang dirinya sendiri, sama sekali tidak ada kaitannya dengan orang lain. Maka sudah selayaknya orang yang dikejar dosa, bersibuk diri untuk memperbaiki dirinya yang telah kacau dan menenangkan dirinya untuk tidak bersandiwara, agar semua tidak akan menjadi semakin kacau. Dan semua itu, hanya bisa mudah untuk dilakukan, jika semua diniatkan hanya untuk Allah, sebagai sebuah permohonan tobat dan penyesalan yang dalam, dari diri yang berdosa.

♥Allah akan Mengganti yang Lebih Baik♥




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Untukmu saudaraku yang sedang dirundung duka..setiap diri yang hidup di dunia ini tiada lepas dari cobaan baik besar atau kecil. Terkadang cobaan-Nya begitu pedih dan amat melukai hati . Semua itu untuk mendidik kita agar bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Ketika kehilangan sesuatu memang wajar jika kita bersedih. Termasuk jika kita kehilangan seseorang yang kita cintai. Terkadang kita mencintai sesuatu yang sesungguhnya tidak baik untuk masa depan kita , atau membenci sesuatu yang sebetulnya bermanfaat bagi kita. Allah tidak akan mengambil sesuatu kecuali Dia mempersiapkan ganti yang lebih baik. Itu akan terjadi jika kita bersabar dan ridha dengan keputusan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika keyakinan ini tertanam dalam diri tentu cobaan berat akan terasa ringan dan menjadikan cobaan itu sebagai jalan untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah. Semua nikmat atau musibah yang telah ditetapkan Allah pasti akan mengenai diri kita,walaupun seluruh umat manusia bersatu untuk menghindarkan diri dari apa yang sudah ditaqdirkan tetap semua itu akan terjadi. Kita tak punya pilihan lain kecuali menerima ketentuan-Nya dengan lapang dada.

Saudaraku....Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup yakinlah ada pintu kebahagiaan lain terbuka.Jangan menghabiskan waktu dengan mengharap cinta , kasih sayang dan perhatian dari seseorang yang sesungguhnya tidaklah untuk kita.Jangan tangisi seseorang yang telah meninggalkan kita demi mengejar cinta yang dia inginkan.Jangan terus- menerus bertahan pada suatu hubungan yang tak akan menjadi halal.


Sudahlah.. Lupakan walau itu tak mudah...Yakinlah suatu saat ada pintu hati lain yang ikhlas menerima segala cinta kita dan siap menjadikannya halal di mata Allah.


Saudaraku..tatkala Allah belum menjawab do'a kita agar mengaruniai pasangan hidup, janganlah terus berkeluh kesah.Merana sengsara karena hidup dalam kesendirian,tak ada calon yang mengajukan tawaran , kekasih hati meninggalkan karena terpikat dengan yang lebih menawan atau calon yang ada pun tak segera menjadikan cinta menjadi halal melalui ikatan suci pernikahan.


Namun mulailah instropeksi diri, mulailah evaluasi diri sudah pantaskah kita menjadi istri? Sudah layakkah kita menjadi suami? Karena sesungguhnya jodoh akan diberikan jika kita sudah mampu memegang amanah. Pernikahan adalah amanah yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah, pasangan hidup, keluarga besar dan masyarakat.Nilailah diri barangkali saat ini kita belum bisa mandiri, perilaku kita masih begitu egois, melihat anak kecil yang rewel pun begitu terusik, dan ketergantungan kita terhadap orang tua begitu nampak. Maka, berpikirlah dan renungkan.Kalau mengurus diri sendiri saja belum bisa bagaimana akan mengurus pasangan ? Untuk itu mulailah sibukkan diri. Benahilah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab sehingga Allah pantas untuk menjodohkan kita dengan orang yang terbaik menurut-Nya...

Selasa, 17 Januari 2012

PENGARUH MAKANAN YANG HARAM PADA DO'A




Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh,
تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت .
“Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.

Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata,
من سرَّه أنْ يستجيب الله دعوته ، فليُطِب طُعمته
“Siapa yang bahagia do’anya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.”

Dari Sahl bin ‘Abdillah, ia berkata,
من أكل الحلال أربعين يوماً أُجيبَت دعوتُه
“Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka do’anya akan mudah dikabulkan.”

Yusuf bin Asbath berkata,
بلغنا أنَّ دعاءَ العبد يحبس عن السماوات بسوءِ المطعم .
“Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”

Kalau do'a tidak diterima, berarti sholat dan ibadah yang lain tidak diterima apabila kita makan makanan yang HARAM

Khamis, 12 Januari 2012

KEUTAMAAN ISTIGHFAR



1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu beristighfar), Allah memuji mereka sebagaimana termaktub dalam firmannya:


"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur"
(QS Ali-`Imron 17)


"Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar"
(QS Adz Dzariyaat 18).

Waktu di sepertiga malam, adalah waktu yang dikhususkan bila ingin beristighfar, karena berdo'a diwaktu tersebut amat sangat mustajab. Namun waktu-waktu yang lain juga diperbolehkan , sebagaimana kita berdoa kepada Allah setiap saat.



2. Istighfar salah satu amalan yang selalu dilakukan oleh Rasullullah SAW , Dalam hadist beliau bersabda:

Demi Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam sehari. (HR. Bukhari)

Jika Rasullulah SAW yang dosanya sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan kita….?



3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah, tidak ada seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya untuk beristighfar, Nabi Adam dan Siti Hawa beristighfar atas dosa yang telah mereka perbuat,

Firman Allah QS Surat Al-`Araf 23 :
Keduanya berkata:

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".



4. Istighfar merupakan asas Ubudiyah,

Ketika seorang hamba beristighfar , ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya ... akan selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya dibanding Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera kehidupan....

Maka dianjurkan dalam beristighfar untuk merendahkan diri, ikhlas kepada-NYA dan tentunya istighfar tersebut tidak hanya sekedar terucap dengan bibir saja namun hatipun hendaknya turut menghadirkan Keagungan & Kebesaran Nya



5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba,

Para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba bisa membawanya kesurga, dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka, mereka berkata : Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Ketika seorang hamba berbuat dosa, setiapkali mengingatnya ia menangis, menyesal dan akhirnya bertobat dan beristighfar, tunduk kepada-NYA berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut, maka ia akan mendapatkan rahmat-NYA dan bila Allah menghendaki ia masuk surga, sebaliknya ketika ia berbuat baik, kemudian riya', sombong, ta'jub atas pujian orang kepadanya, maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka.

Tanda-tanda kebahagian adalah menjadikan perbuatan baik berada dibelakang punggungya dan perbuatan dosa didepan pelupuk mata ,

Sebaliknya Tanda-tanda kesengsaraan adalah menjadikan perbuatan baik dipelupuk mata dan kejelekannya dibelakang punggungnya.

Alangkah beruntungnya seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri dan memperbaikinya serta melupakan aib orang lain ..




FAEDAH ISTIGHFAR

Istighfar mempunyai banyak faedah baik didunia maupun diakahirat, faedah tersebut ada yang memanag langsung kita rasakan dan ada juga yang diakhirkan oleh Allah sampai hari kiamat, diantaranya:


1. Menghapus dosa,

Istighfar menghapus dosa sebagimana api membakar kayu bakar,

Yang dimaksud disini adalah istighfar dalam artian taubat.

Allah berfirman :
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS An-Nisa : 110)


Dalam hadist qudsi Allah berfirman :
"Wahai Hamba-hamba-KU, Sesungguhnya kalian selalu berbuat dosa malam dan siang , dan AKU mengampuni semuanya, jika kalian mohon ampunan kepada-KU, Aku akan mengampuni"



2. Akan mendapatkan rasa aman dari azab baik secara khusus maupun umum,

Istighfar mengangkat azab bagi umat baik individu maupun kolektif, yang disebabkan oleh dosa yang dilakukan, jika beristighfar dan beriman, Allah akan mengnampuninya, sesuai firman Allah :

"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun ", (QS Al-Anfal: 33)



3. Kenikmatan yang baik,

Allah akan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang selalu beristighfar, mereka mendapatkan rasa aman, damai dan ketenangan jiwa, Allah berfirman:

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat". (QS Huud:3)



4. Istighfar sebab turunnya hujan,

salah satu sebab turunnya hujan adalah banyaknya kita beristighfar, Allah berfirman:

"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat", ( QS Nuh:10-11)



5. Istighfar sebab bertambahnya kekuatan,

Istighfar mampu menyuntikkan kekuatan bagi jasmani dan rohani,dan dengannya mampu menanggung beban, Allah berfirman:

"Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud :52)



6. Menghilangkan kesusahan dan memudahkan rezeki

"Barang siapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan keluh kesah kegembiaran, kesempitan menjadi keleluasaan
(HR.Ahmad & Abu Daud. )


Sahabat fillah,
Begitu banyak manfaat dari istighfar. Tentunya semakin sering kita beristighfar semakin dekat kita kepada Sang Khalik,... yang hendaknya dilakukan secara mudawamah terus menerus tanpa henti.

Sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah dan sangat membutuhkan istighfar sebagaimana makan dan minum. Istighfar melepaskan hamba dari perbuatan yang makruh menjadi mahbub (yang dicintai), yang kurang menjadi lebih sempurna.... dan bila Allah berkehendak , dapat mengangkat derajat seorang hamba menjadi lebih tinggi/sempurna.


Semoga Allah memberi kita kemampuan lebih baik dalam ketaatan , dan beribadah penuh ikhlas kepada Nya ... Aamiin yaa Robbal alamin.

Isnin, 9 Januari 2012

Bersabar Atas Hadirnya Cinta




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


Sahabat saudaraku fillah..terkadang sulit untuk memahami mengapa Allah menghadirkan seseorang dalam kehidupan kita. Berawal dari saling mengenal tanpa kita sadari ternyata benih- benih cinta ikut tumbuh di sana. Orang bijak berkata bukanlah cinta itu yang salah karena ia fitrah siapapun pasti merasakannya. Yang salah adalah jika kita menyikapi cinta yang belum halal itu layaknya ia telah menjadi pasangan halal kita.



Terkadang kita menginginkan sesuatu yang lebih.. perhatiannya, kasih sayangnya dan barangkali ingin sekali mendengar ucapannya " aku mencintaimu dan aku merindukanmu " , ingin rasanya sesekali dia mengunjungi kita dengan membawa setangkai mawar indah sebagai bukti bahwa dia mencintai kita. Tak lupa kita pun ingin dia menuliskan bait- bait puisi cinta yang begitu syahdu. Lantas kita sering bertanya padanya...Bisakah dirimu romantis? Bisakah dirimu memberikan waktumu berdua denganku? Namun di kala kita menyadari terbersit tanya di hati ..Benarkah cinta sebelum halal itu harus dibuktikan dengan cara demikian?


Pada hakekatnya cinta itu suci datang dari Allah biarlah Allah yang mengatur segalanya hingga keindahan itu datang pada waktunya ..Sebelum halal bersabarlah dengan mencintainya secara sederhana dan tidak berlebihan.Jangan kotori cinta yang suci itu dengan aktifitas pacaran atau hal- hal yang mendatangkan murka Allah.Cara yang terbaik adalah perbaikilah kualitas diri kita agar kita pantas bersanding dengan jodoh yang kelak Allah pilihkan untuk kita..


Saudaraku...Cinta terkadang tumbuh dengan sendirinya. Cinta itu tiba-tiba ada dan sekuat apapun kita menghapusnya dari hati kenyataanya tak kan bisa. Karena sesungguhnya Allah lah yang menumbuhkan cinta itu... Allah yang menggerakkan hati kita untuk mencintainya . Maka cara yang indah adalah mintalah pada Allah apa yang terbaik menurut-Nya... Pasrahkan diri kita kepada-Nya melalui do'a dan istikharah.... Bersabarlah dan mintalah ketetapan yang pasti atas hadirnya cinta itu...


Namun terkadang cinta tidak tumbuh dengan sendirinya. Seiring perjalalan waktu dan kebersamaan yang tak terhindarkan, cintapun tumbuh menyertainya. Ibarat biji kitalah yang menanam , merawat , memupuk dan menyiram dengan berbagai macam kebaikan... Maka cinta akan tumbuh sebagaimana ketekunan kita yang merawatnya.


Hal yang harus diwaspadai jika cinta tumbuh tidak pada tempatnya ,misalnya yang kita cintai sudah memiliki pasangan halal. Cinta yang demikian ini tidak boleh dipelihara .Sekuat tenaga cari kesibukan supaya tidak lagi terkenang dengan dirinya, dan mintalah pada Allah ganti yang lebih baik.... Kalau semua jalan sudah kita tempuh tapi belum berhasil maka berSABARlah atas taqdir cinta yang bukan milik kita, ini adalah ujian dari Allah... Insya Allah kelak Allah akan memberi pasangan yang terbaik pada waktu yang tepat dan dengan orang yang tepat....