Jumaat, 7 Oktober 2011

‎10 SURAH YANG MUJARAB DARI NABI SAW



SURAH AL-FATIHAH
Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya’Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.

SURAH YAASIN
Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur’an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur’an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur’an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a.) Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan “At-Mu’ammah” (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.

SURAH AD-DHUKHAN
Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.

SURAH AL-WAQI’AH
Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi’ah pada tiap-tiap malam, insya’Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya’Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya’Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak. Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi’ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi’ah Ayat 35-38 ialah : “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.

SURAH AL-KAUTSAR
Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya’Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.

SURAH AL-KAFIRUN
Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur’an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.

SURAH AL-MULK
Sebuah lagi Surah dari Al-Qur’an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya’Allah, akan terselamat dari azab kubur..

SURAH AL-IKHLAS
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : “Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur’an.” Siti Aisyah lalu berkata, “Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur’an sebanyak 30 juzuk itu.” Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, “Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur’an keseluruhannya. ” Dari Rasulullah s.a.w.. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., “Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali. Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : “Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat.”

SURAH AL-FALAQ
Siti Aisyah menerangkan : “Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.

SURAH AN-NAS
Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati

Semuga menjadi amalan harian kita untuk membaca surah-surah berikut.

Wasallam.

Khamis, 6 Oktober 2011

(`'•.¸ ADAB BERDOA YANG AFDHAL ¸.•'´)


Para Ulama Fiqih, Ulama Hadist, dan juga Jumhur Ulama dari kalangan Ulama Salaf maupun Khalaf berpendapat bahwa Hukum Berdoa adalah dianjurkan, Sebagaimana

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :


“Dan Rabbmu berfirman‘Berdoalah Kepada-KU’ Niscaya akan AKU perkenankan bagimu” (QS. Al- Mu’min : 60).

“Berdoalah kepada Rabb-MU dengan merendahkan diri dan suara yang lembut ”.(QS. Al-A’araf : 55)

Imam Abu Hamid Al Ghazali berkata dalam kitabnya yang berjudul Ihya”Ulumuddin,bahwa tata cara (adab) dalam Berdoa itu ada 10 (Sepuluh) :


1. Menanti waktu-waktu yang mulia,seperti pada sepertiga akhir dari waktu-waktu malam dan waktu sahur (yakni menjelang masuk waktu subuh),bulan ramadhan,hari jumat,hari Arafah

2. Mempergunakan kesempatan pada momen-momen yang mulia,seperti ;Saat bersujud,turunya hujan, bertemu tentara musuh,mendirikan Shalat dan sesudahnya.

3. Menghadap kearah kiblat,mengangkat kedua tangan dan mengusapkan keduanya ke wajah pada akhir waktu Doa. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Shahih Tirmidzi dari’Umar bin Khaththab Radhiyallahu’Anhu, ia berkata

“Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengangkat kedua tangannya dalam berdoa,beliau tidak akan menurukannya kecuali setelah mengusapkannya ke wajahnya”

4. Merendahkan suara, yakni antara pelan dan keras.

5. Agar tidak memaksakan untuk berdoa dengan bersajak,karena hal itu dapat memaksanya untuk berlebihan dalam berdoa.Dan lebih baik berdoa dengan Doa Ma’tsurah (Menurut Al Qur’an dan As Sunnah).

6. Berdoa dengan sikap merendahkan diri, khusyu dan penuh harap cemas ,sebagaimana yang dituntunkan oleh Oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Firman-Nya berikut ini :

“Dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang Khusyu’ kepada Kami”. (Q.S. Al Anbiya : 90).

7. Menetapkan apa yang menjadi permintaannya,serta berkeyakinan akan dikabulkan doanya, dan berharap akan dikabulkannya itu dengan sikap ketulusan yang murni

8. Bersikap seperti memaksa dalam berdoa dan mengulanginya sebanyak tiga kali. Sebagaimana apa yang dituntunkan Oleh : Rasulullah Shallallahu “Alaihi wa Sallam.
Yakni yang Diriwayatkan dalam kitab Abu Dawud dari jalur Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu

” Bahwa Rasulullah Shallallahu “Alaihi wa Sallam heran kepadanya yang berdoa sebanyak tiga kali dan ber Istighfar dengan mengulang sebanyak tiga kali”.

9. Memulai doa dengan berdzikir serta menyebut Asma Allah Subhanahu wa Ta’ala.

10. Dan unsur terpenting sebelum kita berdoa adalah Taubat, dimana ia (sikap taubat) mampu menolak bentuk-bentuk kezhaliman dan menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hati yang bersih dari noda

Diantara tata cara doa yang lainnya adalah menghadirkan Doa dalam Qalbu. Sebagaimana apa yang diriwayatkan dalam kitab Shahih milik Imam At Tirmidzi dari Abi Hurairah Radhiyallahu’Anhu, dimana ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu “Alaihi wa Sallam bersabda :

“Berdoalah kalian kepada Allah, dan kalian (harus )yakin atas dikabulkannya doa kalian itu. Ketahuilah oleh kalian, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak akan memperkenankan doa dari Qalbu yang lalai” (Hadist Riwayat At Tirmidzi).

Lebih lanjut Imam Al Ghazali berkata “Jika ditanyakan tentang apa manfaat doa bagi seseorang, sedangkan Qadha’(ketentuan) Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak dapat dirubah? Maka ketahuilah, bahwa di antara sejumlah Qadha’tentang ditolaknya atau tertolaknya bala”Adalah Karena Adanya DOA.

Dengan kata lain, bahwa Doa adalah salah satu yang menjadi sebab tertolaknya bala, dan mendorong bagi adanya atau diturunkanya Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,Oleh karena karena itu setiap saat kita selalu Berdoa, agar kita semua di Selamatkan Oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala,dari ancaman kelemahan dan kesengsaraan hidup di Dunia dan Akhirat.


Sahabat-sahabat yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, . Mudah-mudahan manfaat buat kita semua,yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,Yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahuma AAmiin.

❀.•❤•Walhamdulillah Rabbil’alamin •❤•.❀

MENGAPA PIRING ASTRO MENGADAP KIBLAT?


Jelas, Kaabah bukan sekadar kiblat tetapi juga sebagai pusat tumpuan manusia dalam urusan dunia atau kehidupan. Contoh yang paling mudah sekali, tentu anda ada stesen televisyen berbayar iaitu Astro. Pastinya setiap Astro ada 'piring para bola' untuk menerima maklumat yang dipancarkan dari satelit. Untuk mendapatkan siaran yang jelas, piring itu akan dihalakan ke arah Kiblat atau Kaabah. Kalau tidak percaya cuba tengok balik piring Astro di bumbung anda menghadap ke mana?

KENAPA BEGITU? Mudah saja jawapannya Mekah adalah pusat bumi. Sama ada percaya atau tidak jawapannya mudah ditemui semasa kali pertama Neil Armstrong menjejakkan kaki ke bulan pada 20 Julai 1969. Di dalam satu temu bual di stesen TV Al Majid, Arab Saudi, Dr. Abd Al-Baset Al-Sayyed dari pusat Penyelidikan Kebangsaan Mesir mengulas, angkawasan pertama itu telah membuktikan, Mekah adalah pusat bumi.

Katanya ia telah dibuktikan secara saintifik semasa Neil Armstrong di dalam perjalanan ke bulan. Ketika itu dia berjaya mengesan satu radiasi yang dipancarkan dari bumi. Radiasi itu di dalam gelombang pendek. Situasi itu sesuatu yang pelik dan mereka cuba mencari jawapan dan membuat penelitian. Akhirnya mereka berjaya mengesan bahawa radiasi itu dipancarkan dari Mekah atau secara tepatnya dari Kaabah.

"Yang paling mengejutkan radiasi itu bersifat infiniti (tidak berpenghujung). Apabila Armstrong menjejakkan kaki ke bulan, radiasi itu masih boleh dikesan. Radiasi itu mempunyai sifat yang istimewa dan paling penting ia infiniti. Saya percaya inilah yang menhubungkan Kaabah di bumi dengan Kaabah di alam akhirat.

"Bayangkan anda berada di kutub utara dan saya berada di kutub selatan,di tengah-tengah adalah zon keseimbagan magnet atau zon magnetisme sifar dan itulah Mekah. Kalau hendak dibuktikan boleh. bawa kompas ke Kaabah dan anda dapati jarum kompas itu tidak akan bergerak. Ini bermakna Kaabah adalah zon magnetisme sifar. Tarikan untuk ke dua-dua medan adalah sama kuat.

Hal sedemikian katanya, turut memberi kesan pada kesihatan dan umur seseorang. Sebab itulah orang yang tinggal di Mekah lebih sihat dan panjang umur. Tekanan graviti yang tertumpu di kawasan itu memberi kesan pada peredaran darah dan pergerakan biologi kehidupan.

"Ini telah dibuktikan bahawa ia boleh memberi kesan pada hemoglobin untuk membawa darah yang mengandungi oksigen ke seluruh tusi badan. Bermakna bila anda berada di Mekah, keupayaan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tisu badan secara semula jadi jauh lebih baik berbanding tempat lain di dunia ini," jelasnya

Pelbagai bukti saintifik dari kajian para saintis juga telah membuktikan bahawa Kaabah berada di "Centre of the earth". Jika anda berkesempatan ke Mekah Al-Mukaramah cuba bawa kompas ke arah Kaabah dan lihat jarum kompas tersebut tidak akan menunjuk mana-mana arah sama Barat, Timur, Selatan atau ke mana-mana arah kerana Kaabah sememangnya berada di pusat atau ditengah-tengah bumi. Neil Amstrong juga mengesahkan fakta ini.

Maha Kaya Allah, dengan hanya melakukan Tawaf kesihatan kita akan bertambah baik. Tidak hairanlah jika ramai yang mengetahui rahsia ini sentiasa merindui untuk ke Mekah... Bagi yang bukan Islam kaji-kajilah fakta ini dan anda pasti akan mendapat kebenaran-Nya. Marilah kita belajar ilmu dan mengkaji Islam yang amat indah ini..

Life Is Too Short Kisah Benar Semasa Uruskan Mayat



Ini adalah kisah benar, kisah proses pengebumian seseorang di sebuah bandar di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini : Saya terlibat dalam pengurusan jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kemalangan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.

Bagaimanapun, pengalaman mengurus satu jenazah seorang yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya dapat kesempatan 'istimewa' sepanjang hidup. Inilah pertama kali saya bertemu cukup aneh, menyedihkan, menakutkan dan sekaligus memberikan banyak hikmah. Sebagai Modin tetap di kampung, saya diminta oleh anak almarhum mengurus jenazah bapanya. Saya terus pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba sampai ke rumah almarhum tercium bau jenazah itu sangat busuk.

Baunya cukup memualkan perut dan menjijikan. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi tidak pernah saya bertemu dengan mayat yang sebusuk ini. Ketika saya lihat wajah almarhum, sekali lagi saya tersentuh.

Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh macam-macam perasaan takut, cemas, kesal dan macam-macam. Wajahnya seperti tidak mendapat nur dari Allah SWT. Kemudian saya pun ambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum dan saya potong. Secara kebetulan pula, disitu ada dua orang yang pernah mengikuti kursus "fardu kifayah" atau pengurus jenazah yang pernah saya ajar. Saya ajak mereka mambantu saya dan mereka setuju.

Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian pertama pun terjadi, sekadar untuk pengetahuan pembaca, apabila memandikan jenazah, badan mayat itu perlu dibangunkan sedikit dan perutnya hendaklah diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa. Maka saya pun urut-urut perut almarhum. Tapi apa yang terjadi, pada hari itu sangat mengejutkan.

Allah SWT berkehendak dan menunjukkan kekuasaannya kerana pada hari tersebut, kotoran tidak keluar dari dubur akan tetapi melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. Apa yang sedang terjadi di depan saya ini?

Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya harap hal itu tidak terulang lagi kerana saya mengurut perutnya untuk kali terakhir. Tiba-tiba ketentuan Allah SWT berlaku, ketika saya urut perutnya keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup.

Ulat itu adalah seperti ulat kotoran (belatung). Padahal almarhum meninggal dunia akibat diserang jantung dan waktu kematiannya dalam tempoh yang begitu singkat mayatnya sudah menjadi demikian rupa ? saya lihat wajah anak almarhum.

Mereka seperti terkejut. Mungkin malu, terperanjat dan aib dengan apa yang berlaku pada bapanya,kemudian saya tengok dua orang pembantu tadi, mereka juga terkejut dan panik.

Saya katakan kepada mereka,"Inilah ujian Allah terhadap kita". Kemudian saya minta salah satu seorang dari pada pembantu tadi pergi memanggil semua anak almarhum.

Almarhum pada dasarnya seorang yang beruntung kerana mempunyai tujuh orang anak, kesemuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasihati mereka.

Saya mengingatkan mereka bahwasanya tanggung jawab saya adalah membantu menguruskan jenazah bapa mereka, bukan menguruskan semuanya, tanggung jawab ada pada ahli warisnya.

Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdal menguruskan jenazah bapa mereka itu, bukan hanya iman, hanya bilal, atau guru. Saya kemudian meminta izin serta bantuan mereka untuk menunggingkan mayat itu.

Takdir Allah ketika ditunggingkan mayat tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya. Baskom itu kira-kira besar sedikit dari penutup saji meja makan.

Subhanallah suasana menjadi makin panik. Benar-benar kejadian yang luar biasa sukar diterima akal fikiran manusia biasa. Saya terus berdoa dan berharap tidak terjadi lagi kejadian yang lebih ganjil. Selepas itu saya memandikan kembali mayat tersebut dan saya ambilkan wudhu. Saya meminta anak-anaknya kain kafan.

Saya bawa mayat ke dalam biliknya dan tidak diizinkan seorang pun melihat upacara itu terkecuali waris yang terdekat sebab saya takut kejadian yang lebih aib akan terjadi. Peristiwa apa pula yang terjadi setelah jenazah diangkat ke bilik dan hendak dikafani, takdir Allah jua yang menentukan.

Ketika mayat ini diletakkan di atas kain kafan, saya dapati kain kafan itu hanya cukup menutupi hujung kepala dan kaki tidak ada lebih, maka saya tak dapat mengikat kepala dan kaki. Tidak keterlaluan kalau saya katakan ia seperti kain kafan itu tidak mahu menerima mayat tadi.

Tidak apalah, mungkin saya yang silap semasa memotongnya. Lalu saya ambil pula kain, saya potong dan tampung di tempat-tempat yang kurang. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang dapat saya lakukan.

Dalam waktu yang sama saya berdoa kepada Allah "Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sekadar peringatan kepada hamba-Mu ini."

Selepas itu saya beri taklimat tentang solat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, jenazah tidak dapat dihantar ke tanah pekuburan kerana tidak ada kereta jenazah/mobil ambulance.

Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi susah. Semua sedang digunakan, beberapa tempat tersebut juga tidak mempunyai kereta jenazah lebih dari satu kerana kereta yang ada sedang digunakan pula.

Suatu hal yang saya fikir bukan sekedar kebetulan. Dalam keadaan itu seorang hamba Allah muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar untuk mengeluarkan van/sejenis kereta pick-up dari garaj rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van.

Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk meletakkan vannya itu dirumah almarhum, tiba-tiba isterinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata dikhalayak ramai:

"Mas, saya tidak benarkan kereta kita ini digunakan untuk angkat jenazah itu, sebab semasa hayatnya dia tidak pernah mengizinkan kita naik keretanya."

Renungkanlah kalau tidak ada apa-apanya, tidak mungkin seorang wanita yang lembut hatinya akan berkata demikian. Jadi saya suruh tuan yang punya van itu membawa kembali vannya.

Selepas itu muncul pula seorang lelaki menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku dia anak murid saya. Dia meminta izin saya dalam 10-15 minit membersihkan keretanya itu. Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, muncul kereta tersebut, tapi dalam keadaan basah dibasuh.

Kereta yang dimaksudkan itu sebenarnya lori. Dan lori itu digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar,dalam perjalanan menuju kawasan pekuburan.

Saya berpesan kepada dua pembantu tadi supaya masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di camping saja akan lebih baik. Saya tidak mahu mereka melihat lagi peristiwa ganjil. Rupanya apa yang saya takutkan itu berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir amat memilukan.

Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya turun ke dalam liang dan tiga lagi menurunkan jenazah.

Allah berkehendak semua atas makhluk ciptaan-Nya berlaku, semasa jenazah itu menyentuh ke tanah tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada asal mulanya kering.

Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana datang air itu? sukar untuk saya menjawabnya. Lalu saya arahkan anak almarhum, supaya jenazah bapa mereka dikemas dalam keranda dengan hati-hati.

Saya takut nanti ia terlentang atau telungkup na'udzubillah. Kalau mayat terlungkup, tak ada harapan untuk mendapat syafa'at Nabi. Papan keranda diturunkan dan kami segera timbun kubur tersebut.

Selepas itu kami injak-injak tanah supaya mampat dan bila hujan ia tidak mendap/ambrol. Tapi sungguh menghairankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi lecak. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam telah tenggelam oleh air hitam yang busuk itu.

Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu. Tinggalkan lobang kubur 1/4 meter.

Maksudnya kubur itu tidak ditimbus hingga ke permukaan lubangnya, tapi ia seperti kubur berlubang. Tidak cukup dengan itu, apabila saya hendak bacakan talqin, saya lihat tanah yang diinjak itu ada kesan serapan air.

Masya Allah, dalam sejarah peristiwa seperti itu terjadi. Melihat keadaan itu, saya ambil keputusan untuk selesaikan penguburan secepat mungkin.

Sejak lama terlibat dalam penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak talqimkan. Saya bacakan tahlil dan doa yang paling ringkas.

Setelah saya pulang ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada isteri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hayatnya.

1. Apakah dia pernah menzalimi orang alim ?
2. Mendapat harta secara merampas, menipu dan mengambil yang bukan haknya?
3. Memakan harta masjid dan anak yatim ?
4. Menyalahkan jabatan untuk kepentingan sendiri ?
5. Tidak pernah mengeluarkan zakat, sedekah atau infaq ?

Isteri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Memikirkan mungkin dia malu Untuk memberi tahu, saya tinggalkan nombor telefon rumah. Tapi sedihnya hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum menghubungi saya.

Untuk pengetahuan umum, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi hingga ada seorang yang beristerikan orang Amerika, seorang dapat isteri orang Australia dan seorang lagi isterinya orang Jepun.

Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Dan kisah ini benar-benar nyata bukan rekaan. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah SWT pencipta alam ini.

Kepada kita semua pembaca setia renungan Media Informasi ini, tanyalah diri kita akankah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita sendiri, ibu, bapa kita, anak kita atau kaum keluarga kita ?
Renungkanlah...
Pada akhirnya setelah semalam merenungkan artikel ini dalam hati terbit do'a: "Ya Allah jauhkanlah Aku dan keluargaku dari peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu. Ya Allah jauhkanlah Aku dan keluargaku dari akhlaq yang menjadikan peristiwa itu dan peristiwa yang semacam dengan itu."

Darjat seorang isteri.



1. Isteri Siddiqin
Isteri yang tidak akan meminta apa-apa dari suaminya sekalipun yang perlu (dharuri). Apa yang disediakan suaminya, dia terima dengan penuh malu dan bersyukur. Kalau ada, adalah. Kalau tidak ada, dia bersabar. Tapi meminta tidak. Apatah lagi yang tidak perlu, kalau diberi pun dia tolak bahkan adakalanya yang perlu pun dia tolak dengan baik, dia lebih suka menolong suaminya. Itulah golongan yang bersifat orang yang Siddiqin. Golongan ini payah hendak dicari terutama di akhir zaman ini, macam hendak mencari belerang merah atau gagak putih. Ini adalah perempuan luar biasa.

2. Isteri Muqarrobin
Isteri yang tidak meminta dari suaminya kecuali yang perlu sahaja. Yang tidak perlu dia tidak akan memintanya bahkan kalau suaminya memberi yang tidak perlu dia tolak dengan baik. Tapi kalau yang diperlukan pun tidak ada, dia tetap sabar. Namaun dia tidak akan mendesak suaminya. Dia tetap bersabar dengan keadaan itu. Itulah golongan Muqarrobin. Golongan ini juga susah hendak dicari di zaman kebendaan ini, di zaman orang memburu dunia, di zaman orang memandang dunia adalah segala-galanya.

3. Isteri Solehin
Isteri yang meminta kepada suaminya yang perlu dan juga sekali-sekala meminta juga yang tidak perlu seperti ingin sedikit kehidupan yang selesa sama ada dari segi makan minum, tempat tinggal, kenderaan. Namun kalau suaminya tidak memberi, dia tetap sabar dan tidak pula menjadi masalah. Itulah dia golongan orang yang soleh.

4. Isteri Fasik
Isteri yang selalu sahaja meminta-minta bukan sahaja yang perlu, yang tidak perlu pun dia suka meminta-minta juga. Kalau diberi pun tidak pernah puas-puas, tidak pernah rasa cukup, sudah mewah pun tidak rasa cukup. Kalau tidak diberi menjadi masalah, dia merungut-rungut, marah-marah, sakit hati, merajuk hingga menjadi masalah dalam rumah tangga. Inilah dia golongan yang fasik. Isteri ini selalu sahaja derhaka dengan suami, apatah lagi dengan Tuhan.

Semoga Allah menyatukan hati-hati kita, menjadikan kita saling mencintai karena Dia; sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi Rasululllah saw bersabda:

"Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukan para nabi atau syuhada'. Para nabi dan syuhada' iri kepada mereka. Ketika ditanya para shahabat, Rasulullah menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat kerana Allah dan saling kunjung mengunjungi kerana Allah..

Kenapa Umat Islam Sembah Ka'abah?


Satu hari di majlis hi-tea Inter Faith Gathering di sebuah restoran mamak……

Missionary : Mengapa orang Islam, dia sembah kotak hitam ?

Pendakwah : Salah tu bro. Umat Islam sembah ALLAH bukan kotak hitam.

Missionary : Bukankah orang Islam sembah menghadap ke Kaabah, satu kotak berwarna hitam ? Apakah ALLAH itu dalam Kaabah ?

Belum sempat pendakwah menjawab …. Handphone N95 missionary berbunyi ….. Missonary menjawab panggilan telefonnya …. Pendakwah sabar menanti ….. Setelah Missionary selesai menjawab panggilan di N95-nya, dia merenung kepada Pendakwah …. Pendakwah tersenyum ….

Missionary : Mengapa tersenyum ? Bila awak hendak jawab soalan saya ?

Pendakwah : Erm … perlukah saya menjawab soalan awak ?

Missionary : Awak tak ada jawapan ?

Pendakwah : Bukan itu maksud saya. Tadi saya cuba gunakan teori yang awak gunakan untuk membuat soalan yang awak ajukan kepada saya. Saya dapati awak kurang siuman.

Missionary : Mengapa awak caka begitu ?

Pendakwah : Tadi saya lihat awak bercakap seorang diri, ketawa dan tersenyum seorang diri. Dan awak mencium handphone tu sambil cakap “I love you mom” …

Missionary : Saya bukan cakap seorang diri. Saya bercakap dengan emak saya. Dia yang telefon saya tadi.

Pendakwah : Mana ada emak awak. Saya tak nampak pun emak awak.

Missionary : Emak saya di Penang. Dia telefon saya, saya jawab gunakan telefon. Apa masalahnya ? (Nada suara Missionary semakin tinggi dan marah). Takkan itu pun awak tak boleh hendak fikir ?

Pendakwah : Boleh saya tengok handphone awak ?

Missionary menghulurkan N95nya kepada Pendakwah. Pendakwah mengambi N95 tersebut….. Pendakwah membelek-belek N95 tersebut …. Pendakwah menggooncang-goncang N95 tersebut sambil mengetuk-ngetuk N95 tersebut ke muka meja … Lantas …. Pendakwah menghempaskan sekuat hati N95 tersebut ke lantai ….. bersepaiiiiiiiiii …..

Merah padam muka Missionary menahan marah.

Pendakwah merenung muka Missionary sambil tersenyum ….

Pendakwah : Mana emak awak ? Saya tengok tak da pun. Saya pecahkan handphone ni pun tak da emak awak dalam handphone.

Missionary : MENGAPA AWAK NI BODOH SANGAT ? Teknologi komunikasi sudah maju. Kita boleh berhubung jarak jauh menggunakan talian telefon dan teknologi wireless. Awak tak guna otakkah ?

Pendakwah : Alhamdulillah (sambil tersenyum) …. Begitu juga halnya dengan ALLAH. Umat Islam menyembah menghadap Kaabah, bukan bermakna umat Islam menyembah Kaabah. Tetapi umat Islam menyembah atas arahan ALLAH. ALLAH mengarahkan umat Islam untuk sembahyang, kena menghadap Kaabah. Ini juga bukan bermakna ALLAH itu ada dalam Kaabah.

Begitu juga dengan awak dan telefon. Emak awak menelefon awak menggunakan handphone Nokia N95, ini bukan bermakna emak awak ada dalam N95 tu. Tetapi Syarikat telekomunikasi menetapkan peraturan, kalau hendak cakap dengan emak melalui telefon kena dail nombor awak, barulah talian akan bersambung antara awak dan emak awak, dan awak boleh berbual melalui N95 walaupun emak awak tiada dalam handphone tu.

Kemudian Pendakwah bangkit dari kerusinya, mengeluarkan wallet, dan menghulurkan RM 1500 kepada Missionary … Nah ini duit untuk awak beli N95 yang baru …. Pendakwah terus meninggalkan Missionary yang masih kelihatan confuse …. Mungkin dia bingung. Bingung kerana Islam mempunyai jawapan kepada segala persoalan berbanding agamanya ……


Oleh: Shuhairazi Janudin

Ahad, 25 September 2011

♥☆ Cinta dan Benci secara Sederhana ☆♥

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat saudaraku fillah... Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam bersabda: “ Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.” ( HR. Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ). Duhai sahabat saudaraku fillah...pernahkah begitu dekat dengan seseorang dan kita mencintainya secara berlebihan? Di mata kita dia adalah seorang yang begitu sempurna tanpa cela sedikitpun. Jika ada orang lain yang mencela atau menyakiti dirinya kita habis-habisan membelanya. Sedemikian cintanya sampai-sampai kita tak menyadari bahwa setiap orang bisa berubah kapanpun dan tak luput dari kesalahan. Begitu juga mungkin kita pernah membenci seseorang secara berlebihan, seolah tak ada kebaikan sedikitpun . Walaupun dia sudah berbuat baik di mata kita tetaplah salah. Sedemikian bencinya sampai menutup hati kita dari kebenaran. Cinta dan benci yang berlebihan tidaklah baik. Sikap yang terbaik bagi sesama insan adalah sewajarnya, sederhana saja. Islam mengajarkan kepada kita untuk tak berlebihan dalam segala hal.
Termasuk dalam mencintai dan membenci seseorang atau sesuatu. Mengapa kita tak boleh mencintai dan membenci seseorang secara berlebihan?

1.Agar kita bisa bersikap adil Orang yang cinta dan benci secara berlebihan sulit bersikap adil. Jika orang yang dicintainya secara berlebihan berbuat salah kita menganggapnya tetap benar. Sebaliknya jika orang yang dibencinya berlebihan berbuat kebaikan kita tetap menganggapnya sebuah kesalahan. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan kita untuk bersikap adil dalam menilai seseorang. “ Wahai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, ( ketika ) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena ( adil ) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. “( QS. Al- Maidah : 8 ).

2. Karena kita tidak pernah tahu akan perubahan seseorang Bisa jadi orang yang kita cinta, kita puja, kita kagumi dan kita anggap separuh jiwa itu berbalik kita benci karena sikap dan perbuatannya yang membuat kita kecewa. Begitupun seorang musuh bisa berubah menjadi sahabat sejati, teman bicara yang menyenangkan dan bisa mendukung kita dalam banyak hal. Jadi, cintailah dan bencilah seseorang atau sesuatu secara wajar dan sederhana saja, jangan berlebihan. Karena sesungguhnya hanya Allah dan Rasul- Nya yang pantas kita cintai sepenuh hati dan sepenuh jiwa mengalahkan segala yang ada di dunia ini.

“ Ada tiga perkara yang jika terdapat pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman yakni ; menjadikan Allah dan rasul-Nya lebih dicintai dari apa yang selain keduanya, mencintai seseorang dan tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka. “ ( HR. Bukhari ).

~ Kebijaksanaan Dari Sepotong Pensil ~




“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”, Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

pertama: pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

kedua: dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

ketiga: pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

keempat: bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

kelima: sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan… Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.








Isnin, 19 September 2011

MEREKA MENGAJARKAN KITA




Hal yang sangat menyedihkan adalah
SAAT KAU JUJUR pada temanmu
Tapi DIA BERDUSTA padamu
Saat dia telah BERJANJI padamu
Tapi dia MENGINGKARINYA
Saat kau memberikan PERHATIAN
Namun DIA TIDAK MENGHARGAINYA

BIARLAH...
JANGAN pernah MENYESALI
Atas apa yang TERJADI PADAMU
Sebenarnya hal-hal yang engkau ALAMI
Sedang MENGAJARIMU...

Saat temanmu BERDUSTA padamu atau
TIDAK MENEPATI JANJINYA padamu atau
TIDAK MENGHARGAI PERHATIAN yang engkau berikan,
SEBENARNYA DIA TELAH MENGAJARIMU
AGAR KAU TIDAK BERPERILAKU SEPERTI DIA

Bila kau dibutuhkan hanya pada` saat dia sedang KESULITAN
Sebenarnya juga SUDAH MENGAJARIMU
UNTUK MENJADI ARIF dan SANTUN,
Kau telah MEMBANTUNYA saat dia kesulitan

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan
Yang sering kau alami, ataupun
Bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan,
egois, dan sikap yang tidak mengenakkan.
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan,
Disakiti, tidak diperdulikan atau dicuekin,
Atau bahkan dicaci maki dan dihina.

BIARLAH....
Sebenarnya orang-orang tersebut sedang MENGAJARIMU
Untuk Melatih MEMBERSIHKAN HATI dan JIWA
MELATIH untuk menjadi ORANG YANG SABAR
Dan MENGAJARIMU UNTUK TIDAK BERPERILAKU DEMIKIAN.
Itu semua diperlukan agar kelaK DIRIMU MENJADI INDAH. (Ir. Permadi Alibasyah "Sentuhan Kalbu")

::: TITIK BALIK PERUBAHAN :::



SEDIKIT SAJA ANAK PANAH BERGESER FOKUSNYA, MAKA AKAN TERJADI PERGESERAN SANGAT BESAR DARI TITIK BIDIK. PERUBAHAN KECIL PADA MASA SEKARANG ,AKAN MEMBAWA PERUBAHAN BESAR DIMASA YANG AKAN DATANG***Tersebutlah seorang pemuda ahli maksiat. Tiada satu haripun dia lalui kecuali dia gunakan untuk mabuk-mabukkan, berjudi, main wanita dan sederet kemaksiatan lainnya.Suatu malam dia berkeliling mencari wanita yang mau diajak kencan.Pucuk dicinta ulampun tiba. Dari sebuah rumah berlentera terang, terdengar olehnya suara merdu. Pemuda itu segera tahu bahwa didalam rumah berdiam seorang wanita cantik tak bersuami, dan tanpa pikir panjang diapun segera masuk. Namun ketika sudah berada di dalam rumah, dia malah tertegun. Dia melihat wanita tersebut sedang membaca Al-quran.Diapun semakin terhanyut, tatkala mendengar wanita itu membaca ayat ke-16 dari QS Al-Hadid (57); “BELUM TIBAKAH WAKTUNYA BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN UNTUK TUNDUK HATI MEREKA UNTUK MENGINGAT ALLAH DAN KEPADA KEBENARAN YANG TELAH TURUN KEPADA MEREKA?”Sontak saja hati sang pemuda tergetar. Ayat itu seakan-akan ditujukan kepadanya. Hatinya yang sekian lama dibaluri karatan dosa seakan terkuak. Cahaya Iman yang telah sekian lama padam kini bersinar kembali. Saat itu, ambruklah nafsu syahwatnya. Dia tertunduk lesu dan menangis.Dia berlari ke mesjid untuk bersujud kepada Allah yang telah lama dilupakannya.Sejak peristiwa itu, kelakuan sang pemuda berubah 180 derajat. Dia larut dalam ibadah dan mencari ilmu. Pemuda itu bernama Fudhail bin’ Iyadh. Kemudian dia dikenal sebagai Sufi besar pada zamannya.***Sedikit saja anak panah bergeser fokusnya, maka akan terjadi pergeseran sangat besar dari titik balik. Perubahan kecil pada masa sekarang, akan membawa perubahan besar dimasa yang akan datang. Karena itu , kemampuan memilih sikap bisa mengubah total kehidupan seseorang dimasa datang. Itulah yang terjadi pada Fudhail bin ‘Iyadh.Hanya lewat satu peristiwa , dia mengubah haluan hidupnya, sehingga berubah pula perjalanan nasibnya, dari seorang ahli maksiat menjadi ahli Taat yang namanya terus abadi hingga berabad-abad lamanya. “TEGURAN” dari Allah benar-benar menohok jiwanya, hingga dia tersadarkan dari tidur panjang berselimutkan kejahiliyahan.Tiada diragukan lagi, hidayah Allah-lah yang menjadikan seseorang berubah. Namun hidayah dari Allah bukan barang Gratisan, karena ia harus dicari. Tidak bisa kita mengatakan bahwa Allah belum memberi kita hidayah, sementara hidayah Allah bertebaran dimana-mana, disetiap waktu, disetiap tempat dan disetiap peristiwa. Masalahnya mau atau tidak kita mengambilnya.Andaikan hidayah itu Televisi, maka kita harus berikhtiar agar dapat menyalakannya.Andaikan Hidayah itu ada di majelis Ilmu , kita harus rajin mendatanginya.Andaikan hidayah itu ada dalam doa, rajin-rajinlah berdoa memohon hidayah.Berdoalah untuk diri sendiri, untuk pasangan hidup, untuk orang tua, untuk anak cucu, untuk sanak saudara, serta orang-orang yang kita kenal maupun tidak kita kenal. Orang yang belum pernah berbuat baik maupun orang yang pernah menzalimi kita.Sekali lagi Allah Ta’ala menebarkan kunci-kunci hidayah disekitar kita.Didalam setiap peristiwa yang ditakdirkan , terkandung limpahan hidayah yang bisa membuat seseorang terbangkitkan energi dirinya.Ada yang berubah ketika ditinggal mati orangtuanya.ada yang berubah ketika mendapat hinaan dari atasannya,ada yang berubah ketika bangkrut usahanya,ada yang berubah ketika mendapat nasehat dari orang berilmu,ada yang berubah ketika dia masuk penjara,ada yang berubah ketika patah hati dan dikecewakan,ada yang berubah ketika melihat bening mata bayi kecilnya, dsb.Bahkan jatuhnya sebutir Apel dari pohon dapat mengubah wajah dunia secara keseluruhan, seperti yang terjadi pada Isaac newton. Jatuhnya Apel telah menginspirasinya untuk menemukan Hukum relativitas.Yang terpenting maukah kita membuka hati dan pikiran?Maukah kita belajar serta mau mengakui kelemahan diri?Jika hal ini dilakukan , akan lebih mudah bagi kita untuk meraih limpahan hidayah Allah, kapanpun dan dimanapun kita berada. Namun jika belum mau juga, tampaknya kita harus menderita terlebih dulu sebelum melakukan perubahan. Biasanya penderitaan Efektik mengubah seseorang***(Dikutip dari “ Mengantar Ginjal Ke Surga” karya Eman Sulaiman )