Sabtu, 12 Mac 2011

Mati itu Pasti !



Ibnu Umar r.a pernah berkata, "Aku pernah mengadap Rasulullah s.a.w sebagai orang ke sepuluh yang datang, lalu salah seorang dari kaum Anshor berdiri seraya berkata, "Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdik dan paling tegas?" Beliau menjawab, "(adalah) Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah manusia-manusia cerdas; mereka pergi (mati) dengan harga diri dunia dan kemuliaan akhirat." (HR. Ath-Thabrani, disahihkan al-Munziri)

Di antara faedah mengingat kematian adalah:
- Mendorong diri untuk bersiap-siap menghadapi kematian sebelum datangnya.

- Memendekkan angan-angan untuk lama tinggal di dunia yang fana ini, kerana panjang angan-angan merupakan sebab paling besar lahirnya kelalaian.

- Menjauhkan diri dari cinta dunia dan redha dengan yang sedikit.

- Menguatkan keinginan pada akhirat dan mengajak untuk berbuat ta'at.

- Meringankan seorang hamba dalam menghadapi ujian dunia.

- Mencegah kerakusan dan ketamakan terhadap nikmat duniawi.

- Mendorong untuk bertaubat dan muhasabah kesalahan masa lalu.

- Melembutkan hati, membuat mata menangis, memberi semangat untuk mendalami agama dan menghapuskan keinginan hawa nafsu.

- Mengajak bersikap rendah hati (tawadhu'), tidak sombong, dan berlaku zalim.

- Mendorong sikap toleransi, mema'afkan teman dan menerima kesalahan dan kelemahan orang lain.